Pengendalian Proses Secara Statistik

Pengendalian proses secara statistik adalah pengendalian proses dengan menggunakan teori statistik dalam menganalisa data dan mengambil keputusan. Tulisan berbentuk bahan presentasi ini menguraikan konsep-konsep statistik yang mendasari dan tahapan-tahapan dalam pengendalian proses secara statistik.

Baca selengkapnya...

 

 

 

Ir. Iim Ibrohim


Anda dapat memperoleh informasi tentang informasi terbaru di ibrosys.com dengan menjadi anggota ibrosys.com (silahkan create accout). Dengan menjadi anggota Anda menerima newsletter secara berkala tentang sistem manajemen, sekaligus dapat mendiskusikan berbagai hal tentang sistem manajemen di Forum.
Untuk menghubungi Ir. Iim Ibrohim terkait pelaithan dan program konsultasi dalam bidang manajemen mutu, lingkungan dan keselamatan kerja, silahkan email ibrohim@ibrosys.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Text Only:

(klik 'baca selengkapnya...' diatas untuk membuka dalam bentuk presentasi)

TUJUAN PELATIHAN

Membangun pemahaman:

konsep statistik yang mendasari pengendalian proses secara statistik

berbagai macam bagan kendali

cara-cara penerapan berbagai macam bagan kendali

Perhitungan kemampuan proses

Penggunaan aplikasi komputer dalam pengendalian proses secara statistik

Pengendalian

Menjaga suatu kondisi agar tetap dalam batas-batas tertentu

Pengendalian proses

Pengendalian parameter proses atau karakteristik produk agar tetap dalam batas kewajaran dengan menggunakan hukum-hukum matematis dan teori probabilitas

3 Tahapan utama SPC

Kumpulkan data awal

Perhitungan batas kendali

Pengendalian

Batas kendali

Batas kendali ≠ Batas spesifikasi

Sebab umum dan sebab khusus

Sebab khusus: Sebab yang terusut yang membuat titik ada di luar batas kendali atau membentuk pola tertentu.

Sebab umum: Sebab yang muncul secara acak yang membuat titik-titik dalam bagan kendali beragam tetapi tetap dalam batas wajar

Menghilangkan sebab khusus

Adjustment

Penggantian tool aus

Menghilangkan sebab umum

Modifikasi mesin

Mengganti mesin

Pelatihan

Mengganti material

STANDAR DEVIASI

Bilangan untuk menyatakan lebar penyebaran dari sekumpulan data

Grup mana yang mempunyai
penyebaran data lebih besar?

Rumus untuk standar deviasi

Grup mana yang mempunyai standar deviasi lebih besar?
Berapa standar deviasi masing-masing?

Distribusi Normal

Distribusi berbentung lonceng

Setiap kumpulan data variable umumnya akan membentuk distribusi normal

Dihitung berdasarkan standar deviasi dan nilai rata-rata sekumpulan sample

Distribusi normal

Menghitung proporsi produk yang ada didaerah ukuran tertentu

Proses integrasi:

Cara mudah: Gunakan table

Latihan 1.a

Data flatness untuk 20 sample

Berapa standar deviasi?

Berapa perkiraan proporsi produk dengan flatness>0,8 mm?

Berapa nilai ‘rata-rata + 3σ’?

Berapa perkiraan proporsi produk dengan flatness > ‘rata-rata + 3σ’ ?

Latihan 2.a

Bagan kendali X bar dan R

Pengendalian dengan dua bagan

Bagan X bar

Bagan R

Ambil beberapa sample produk, hitung rata-rata dan rentangan

Ulangi pengambilan sampai

Sampai dianggap ‘mewakili semua kondisi’

Hitung batas kendali

Bagan kendali X bar dan R

Mengapa harus beberapa ?

Karena satu data selalu tidak mewakili kondisi

Mengapa memakai bagan R ?

Karena X bar yang ‘bagus’ belum tentu berarti kondisi yang bagus

Batas kendali pada bagan kendali

Batas dimana:

Besar kemungkinan titik di dalam batas

Kecil kemungkinan titik di luar batas

Lazim digunakan: 3σ dari nilai rata-rata

Batas kendali pada bagan kendali

Dengan batasan 3σ:

Kemungkinan titik ada diluar batas: 0,0027

Bila terjadi:

SANGAT PANTAS DIPERTANYAKAN

Lazim digunakan karena:

Kelipatan sigma yang genap

Cukup peka dalam mendeteksi adanya penyebab khusus

Latihan 2

Bila digunakan batas kendali 4σ,

berapa kemungkinan titik akan ada di luar batas kendali?

Menghitung 3σ untuk bagan X bar dan R

Dengan rumus standar deviasi

Dengan menggunakan konstanta

LANGKAH-LANGKAH
PENERAPAN BAGAN KENDALI

Langkah 1: Persiapan

Pilih variable

Tentukan pola pengambilan sample

Tentukan ukuran sample dan frekwensi

Rancang form

Pastikan kehandalan sistem pengukuran

Memilih variable

Semua karakteristik produk?

Tidak praktis dan ekonomis

Mematikan kepercayaan terhadap bagan

Harus mempertimbangkan

Biaya reject + recycle VS biaya penerapan

Persyaratan pelanggan

Pola pengambilan sample

Panduan umum: Subgrup diambil dari hasil produksi yang berurutan

Homogen

Kepekaan maksimum untuk mendeteksi keragaman antar subgrup

Ukuran subgrup sample dan frekwensi

Ukuran

Ideal: 1 subgrup = 4 produk

Lazim: 1 subgrup = 5 produk

Ukuran besar beresiko masuknya unsur variasi lain

Frekwensi

Tahap awal dapat tinggi

Jadwal dapat SEDIKIT beragam

Form

Harus memungkinkan penelusuran masalah

Sistem pengukuran

Diskriminasi < sepersepuluh rentang toleransi

Diskriminasi besar membuat bagan hilang kepekaan terhadap batas kendali

TAHAP 2: Penarikan data awal

Ambil 1 grup sample

Hitung R

Hitung X bar

Catat dan gambar

Catat data proses

Ulangi sampai minimal 20 kali

Tahap 3: Perhitungan batas kendali percobaan

Hitung nilai rata-rata dan batas-batas kendali untuk X bar dan R:

Gambarkan hasil perhitungan pada bagan

Langkah 4: Penafsiran bagan

Batas kendali hanya BOLEH dibentuk dari titik-titik yang wajar

Titik-titik yang terpengaruh ‘special cause’ harus disisihkan dan batas kendali harus dihitung ulang.

Titik diluar batas kendali

Probability: 1/370

8 Titik berturut-turut diatas atau dibawah rata-rata

Probability: 1/256

8 titik berturut-turut menanjak
atau menurun

Probability kurang lebih sama dengan 8 titik diatas atau dibawah rata-rata

2 titik berturut-turut di atas atau dibawah 2 sigma

Probability kurang lebih sama dengan 8 titik diatas atau dibawah rata-rata

Pola non random

Pola non random: Pola yang mempunyai keteraturan tertentu

Koreksi terhadap trial control limit

Sisihkan titik-titik yang dipengaruhi oleh penyebab khusus

Hitung ulang nilai rata-rata dan batas-batas kendali di kedua bagan

Tahap 6: Melanjutkan pengendalian

Salin garis-garis rata-rata dan batas-batas kendali ke form kosong untuk pengendalian selanjutnya

Perbaharui batas kendali pada saat perubahan ‘makro’ pada proses

Tindak lanjuti setiap titik terpengaruh special cause

Special cause ‘negative’ dihilangkan

Special cause ‘positive’ dibuat permanen

Parameter kemampuan proses

Kondisi ideal: Stable dan Capable

Stable: Tidak ada special cause

Capable: rentang variasi relatif kecil dibanding rentang toleransi

Latihan 3

Setiap 2 jam diambil 3 sample rim dan diukur nilai flatness-nya. Setelah 25 kali pengambilan, diperoleh data seperti tampak pada gambar 1.

Hitunglah batas-batas kendali percobaan untuk bagan X bar dan R.

Bila ada titik diluar batas kendalai percobaan, hitunglah batas kendali setelah penyisihan. Gambarkan batas kendali tersebut pada gambar 1.

Cp

Contoh:

Batas spec bawah=0

Batas spec atas=0,8

Ukuran subgrup=3

R rata-rata = 0,239

Berapa Cp?

Cpk

P, perkiraan proposi produk yang ditolak

Latihan 4

Dari data-data bagan kendali pada gambar 2, tentukan:

Apakah Cpk sudah dapat dihitung?

Bila sudah, berapa Cpk flatness dan berapa perkiraan proporsi produk tidak masuk spesifikasi?

Latihan 5

Penggunaan aplikasi spreadsheet

Perhitungan batas kendali

Perhitungan process capability

Perhitungan perkiraan tingkat reject

Skema pengambilan sample

Dua skema dasar:

Skema 1: Setiap sub grup diambil dari produk-produk yang diproduksi berturutan

Mendeteksi sumber variasi lain dengan variasi cycle to cycle

R bar yang diperoleh lebih kecil ketimbang skema lain

Standar deviasi yang didapat lebih kecih

Batas kendali lebih sempit

Peka dalam mendeteksi pergeseran X bar dari waktu kewaktu

Skema pengambilan sample

Skema 2: Setiap subgrup sample diambil dari hasil produksi pada perioda tertentu

Membandingkan variasi lain dengan variasi pada perioda tertentu

Penggambaran lebih akurat dari kemampuan proses yang bisa dicapai

Skema pengambilan sample aliran banyak

Skema A

Setiap subgrup diambil dari satu aliran dan rentang waktu yang sama

Skema pengambilan sample aliran banyak

Skema B

Setiap subgrup diambil dari semua aliran pada waktu yang sama

Skema pengambilan sample aliran banyak

Skema C

Setiap subgrup diambil dari semua aliran dan dari seluruh waktu pada perioda tertetnu

Dasar pertimbangan pemilihan skema:

VARIASI YANG INGIN DIKENDALIKAN DAN VARIASI YANG DAPAT DITERIMA

Contoh 1:

Variasi yang ingin dikendalikan: Jam ke jam

Variasi yang dapat diterima: Cycle to cycle

Skema: subgrup dari produk berturutan, setiap jam diambil 1 subgrup

Contoh 2

Variasi yang ingin dikendalikan: dari operator ke operator

Variasi dapat diterima: cycle to cycle

Skema: subgrup diambil dari produk yang berturutan masing-masing operator, di ambil secara berkala

Berbagai macam bagan kendali untuk data variable

Bagan Individual X- moving range:

Digunakan bila sulit mengambil sample dalam jumlah yang cukup untuk membentuk bagan X dan R

Bagan individual X moving range

Latihan 6

Paramter ph minyak pelumas untuk proses penarikan kawat diamati setiap 2 jam dan didapat data seperti pada gambar 3.

Tentukan ‘moving range’ untuk ukuran subgrup = 3.

Hitung batas-batas kendali kedua bagan pada gambar 3

Gambarkan batas-batas kendali pada bagan.

Bagan X bar N equals zero – Range

Untuk sistem produksi dengan pergantian ukuran produk yang cepat

Nilai yang diambil adalah selisih nominal dan ukuran yang terbaca

Bagan X bar R nominal equals zero

Bagan Median - R

Mengganti X bar dengan nilai tengah (median)

Digunakan untuk memudahkan penerapan

Bagan Median & R

Bagan X bar dan s

Mengganti R dengan standar deviasi subgrup

Untuk mendapatkan besaran sebaran yang ‘lebih terpercaya’

Bagan X & s

Konsep statistik yang mendasari bagan p

Distribusi binomial

Menggambarkan probabilitas ditemukannya r produk yang ditolak dari n buah sample bila proporsi produk yang ditolak diketahui

Contoh:

Dari data yang telah lalu, diketahui bahwa proposi produk rim bergelombang = 0,03

Bila diambil 100 produk rim secara acak, maka dengan rumus binomial akan diketahui:

Latihan 7

Dari data yang telah lalu diketahui bahwa tingkat reject ‘gelombang’ Line 1 adalah 5 %. Bila diambil 10 sample, berapa probability ditemukannya 1 reject, 2 reject, 3 reject?

Berapa probability ditemukannya lebih dari 3 produk reject?

Batas kendali pada p

Bisa langsung dicari dari rumus binomial

Batas kendali untuk bagan p

Bisa juga dengan

Catatan tentang penggunaan binomial

Assumsi berikut harus berlaku:

Probabilitas terjadinya penolakan

KONSTAN

Binomial tidak berlaku bila:

Produk dari berbagai jenis dengan komposisi tidak tetap dan probabilitas penolakan berbeda-beda

Penolakan satu produk mempengaruhi penilaian produk lain

Langkah-langkah penerapan bagan p

  1. Persiapan

Pilih jenis penolakan

Bisa digabung, tergantung:

Besar kecil proporsi penolakan

Resiko/biaya karena penolakan

Tentukan ukuran subgrup dan frekwensi

Dapat tetap, pershift, perhari, per order

Siapkan form

Contoh form

Langkah-langkah penerapan bagan p

2. Penarikan data awal

Ambil sample dan hitung p

Gambarkan pada bagan

Ulangi sampai minimal 20 kali

3. Perhitungan batas kendali percobaan

Hitung nilai rata-rata produk ditolak

Hitung batas kendali

Dengan probability tetap

Atau dengan 3 sigma

Langkah-langkah penerapan bagan p

4. Penafsiran bagan

Sama dengan bagan X R

5. Koreksi terhadap batas kendali

Sisihkan titik-titik terpengaruh special cause

Hitung ulang nilai rata-rata dan batas kendali

Langkah-langkah penerapan bagan p

6. Melanjutkan pengendalian

Gunakan nilai-nilai rata-rata dan batas kendali untuk pengendalian selanjutnya

Tindak lanjuti titik-titik terpengaruh special cause

Diatas batas kendali: tindakan koreksi

Dibawah kendali: jadikan permanen

Mempaharui batas kendali

Bila membaik:

Pastikan bukan karena MELONGGARNYA inspeksi

Bila memburuk:

Pastikan bukan karena berkurangnya perhatian operator terhadap mutu

Latihan 8

Selama 20 hari produksi, diambil data reject ‘gelombang’ seperti tampak pada gambar 4 Lembar latihan.

Hitung batas kendali untuk jumlah sample rata-rata.

Hitung batas kendali untuk jumlah sample yang ‘terlalu besar’ dan ‘terlalu kecil’

Latihan 9

Penggunaan aplikasi spreadsheet untuk bagan p

Penggunaan alternatif lain sebagai batas kendali

Bagan np

Sama dengan bagan p, hanya:

Nilai proporsi (p) dinyatakan dalam jumlah (np)

Ukuran subgrup harus tetap

Konsep statistik yang mendasari bagan c

DISTRIBUSI PIOSSON

Diturunkan dari rumus binomial, bila dianggap jumlah sample sangat besar dibanding kemunculan kejadian (reject/cacat)

Contoh:

Dari data yang telah lalu, diketahui bahwa rata-rata jumlah cacat pada setiap 10 rim: 4.

Maka untuk selanjutnya, bila diambil 10 rim:

Latihan 10

Dari data yang telah lalu, didapat bahwa dalam 10 rim setelah proses auto buffing, rata-rata jumlah ‘cacat gores’ adalah 5.

Untuk pengambilan selanjutnya, berapa probability ditemukannya 1, 2, 3 cacat?

Berapa probability kumulatif ditemukannnya kurang dari 4 cacat?

Bagan c

Digunkan untuk mengendalikan jumlah ketidaksesuaian dari suatu produk

Jumlah noda pergulung kain

jumlah gelembung per lembar kaca

jumlah cacat per buah rim

Menggunakan rumus poisson sebagai dasar

Batas kendali pada c

Bisa langsung dicari dari rumus poisson

Batas kendali untuk bagan c

Bisa juga dengan

Catatan tentang penggunaan poisson

Assumsi berikut harus berlaku:

Probabilitas terjadinya penolakan

KONSTAN,

Ukuran sample ‘tak terhingga’

Binomial tidak berlaku bila:

Produk dari berbagai jenis dengan komposisi tidak tetap dan probabilitas penolakan berbeda-beda

Penolakan satu produk mempengaruhi penilaian produk lain

Titik-titik terjadinya ketidaksesuaian terbatas

Langkah-langkah penerapan bagan c

1. Persiapan

Memilih jenis ketidaksesuaian yang akan dibagankan

Ketidaksesuaian yang ‘mahal’ menjadi prioritas

Menentukan ukuran sub-grup

Ukuran sub grup harus tetap

Menyiapkan form

Form untuk bagan c

Langkah-langkah penerapan bagan c

1. Penarikan data awal

Ambil sejumlah sample dan hitung jumlah ketidaksesuaian

Gambarkan nilai c pada bagan

Ulangi langkah 1 dan 2 sampai minimal 20 kali

Langkah-langkah penerapan bagan c

3. Perhitungan batas kendali percobaan

Hitung nilai rata-rata ketidaksesuaian

Hitung batas kendali percobaan

Gambarkan c rata-rata dan batas kendali

4. Penafsiran bagan

Sama dengan penafsiran bagan X&R

Langkah-langkah penerapan bagan c

5. Koreksi terhadap batas kendali

Sisihkan titik-titik terpengaruh sebab khusus

Hitung ulang c rata-rata dan batas kendali

6. Melanjutkan pengendalian

Gunakan batas kendali untuk pengendalian

Tindak lanjuti titik terpengaruh sebab khusus

Perbaharui batas-batas kendali secara berkala

Latihan 11

Dari 25 pengambilan 10 sample rim, didapat data cacat gores sebagai berikut.

Hitung batas kendali untuk bagan c.

Bagan u

Sama dengan bagan c, hanya:

Jumlah cacat (c) dinyatakan dalam proporsi cacat per ukuran sample (u)

Ukuran subgrup dapat berubah-ubah