Mengembangkan kesadaran K3 pada setiap karyawan tidak cukup dengan satu dua kali briefing K3, setumpuk prosedur dan aturan kerja, bahkan tak cukup dengan penggunaan kekuasaan yang berupa ancaman dan hukuman. Kesadaran adalah masalah kepercayaan dan nilai-nilai yang ada dalam kepala, yang merubahnya jauh lebih sulit dari merubah bentuk baja. bentuk-bentuk pemaksaan bisa merubah apa yang dilakukan, tapi tidak bisa merubah apa yang ada dalam pikiran. Pengembangan kesadaran K3, sama dengan kesadaran untuk untuk lain, membutuhkan proses persuasi rasional dan pembentukan kesan pentingnya nilai-nilai yang ingin dikembangkan.Disinilah peran kunci setiap atasan, mulai dari line manajer sampai pucuk pimpinan. Peran tersebut dapat dijabarkan dalam 5 peran kunci setiap atasan dalam pengembangan kesadaran K3:
Memberi Pesan berkelanjutan
Yang penting selalu diulang-ulang. Yang tidak penting hanya muncul sekali lalu hilang. Begitu panduan praktis orang televisi. Bahkan bila pada dasarnya berita kurang penting, orang televisi mampu merubahnya menjadi penting dengan mengulangi dan mengulangi berita.Panduan tersesbut harus berlaku juga bagi seorang atasan. Pengulangan pesan-pesan secara persuasif tentang kesehatan dan keselamatan kerja secara terus menerus akan membawa dampak meningkatnya skala kepentingan K3 didalam pikiran setiap karyawan.
Memberi Keteladanan
Ing ngarso sung tulodo. Didepan memberi keteladanan, perilaku baku seorang pemimpin. Contoh nyata selaras pesan kata akan membuat pemahaman yang abstrak menjadi pesan visual yang lebih berkesan. Sebaliknya, 1 kali contoh keliru akan menghancurkan ribuan kali pesan kata.
Memberi dukungan
Selalu ada hambatan dalam menerapkan kesadaran K3 yang baru terbentuk. Pemberian dukungan bukan hanya menghindari kembalinya cara lama dilakukan, tetapi sekaligus - sekali lagi - penyampaian pentingnya K3. Dengan memberi dukungan, mencari solusi bersama untuk mengatasi hambatan dalam penerapan cara kerja yang aman, seorang manajer seolah berkata, 'Ini penting buat kamu, saya dan kita semua. Itu makanya kita semua siap membantu'.
Melakukan Pemantauan
Pesan yang disampaikan bisa salah diterima. Itu potensi kegagalan komunikasi umum yang harus dicermati. Maka pemantauan dimaksudkan untuk memberi umpan balik apakah pesan yang diterima seusai dengan yang dimaksud? Apakah sudah cukup tertanam dalam pikiran karyawan? Pemantauan juga memungkinkan masalah teridentifikasi secara dini, mencegah kekeruhan sampai kemuara, dimana perbaikan sudah terlambat untuk dilakukan.
Memberi penghargaan
'Kita bisa' adalah pesan utama yang sampai kepada karyawan ketika seorang atasan memberinya penghargaan atas suatu keberhasilan. Keberhasilan, walaupun kecil, bisa membangkitkan kepercayaan diri dan tekad yang lebih besar untuk mencapai keberhasilan selanjutnya. Perhatian akan keberhasilan, memberi selamat dan penghargaan atas keberhasilan suatu tahapan penerapan sistem manajemen K3, penerapan cara kerja kerja juga mengandung pesan yang jelas bahwa atasan dan pihak manajemen menganggap hal tersebut penting bagi semua karyawan dan bagi perusahaan.




