Mengembangkan kesadaran K3 pada setiap karyawan tidak cukup dengan satu dua kali briefing K3, setumpuk prosedur dan aturan kerja, bahkan tak cukup dengan penggunaan kekuasaan yang berupa ancaman dan hukuman. Kesadaran adalah masalah kepercayaan dan nilai-nilai yang ada dalam kepala, yang merubahnya jauh lebih sulit dari merubah bentuk baja. bentuk-bentuk pemaksaan bisa merubah apa yang dilakukan, tapi tidak bisa merubah apa yang ada dalam pikiran.
Dalam penerapan sistem manajemen K3, ‘bahaya’ adalah inti dari semua persoalan. Jenis bahaya, tingkat kemungkinan kecelakaan dan resikonya menentukan berbagai komponen lain dalam sistem seperti kebijakan, sasaran, kontrol operasional, sumber daya dan prosedur-prosedur yang dibutuhkan.
Bahaya bisa bermacam-macam dan bisa muncul dari berbagai sumber. Setiap jenis industri mempunyai bahaya-bahaya yang mungkin berbeda-beda. Meski begitu, beberapa kategori bahaya berikut adalah kategori yang umum ada, yang bisa menjadi panduan dasar dalam mengenali bahaya apa yang ada dalam setiap pekerjaan.
Fakta ini penting bagi setiap organisasi yang ingin mencapai kinerja K3 yang baik: Pekerja berusida muda lebih rentan terhadap kecelakaan kerja. Penenilitan di Canada: karyawan baru, muda dan belum berpengalaman mengalami kecelakaan kerja 5 kali lebih banyak dari pekerja lain dalam 4 minggu pertama kerja.
Tumpukan MSDS biasanya menjadi tumpukan yang diabaikan karyawan. Tak tersentuh di rak penyimpanan. Ada dua kemunkinan: karyawan sudah memahami dengan baik bagaiama bekerja dengan bahan-bahan kimia, atau mereka justru tidak memahami MSDS dan kegunaannya.
Page 1 of 2